Pertahankan Jati Diri Melayu

DPW PPSI Kepri Siap kerja keras Lestarikan Seni Budaya Silat Melayu ke Tingkat Internasional

DPW PPSI Kepri mengusung visi menjaga dan mengembangkan silat tradisi dari setiap daerah agar tetap hidup di tengah pesatnya perkembangan zaman.

TANJUNG PINANG--(KIBLATRIAU.COM)-- Ketua DPW PPSI (Persatuan Pencaksilat Seni Indonesia) Kepulauan Riau, Syahrim, S.Pd.I., S.IP, Kamis (30/07/26) di Tanjung Pinang, menegaskan komitmen organisasinya dalam melestarikan warisan budaya bangsa, khususnya silat tradisi Melayu.


Dikatakannya, sejak resmi terbentuk pada tahun 2024, DPW PPSI Kepri mengusung visi menjaga dan mengembangkan silat tradisi dari setiap daerah agar tetap hidup di tengah pesatnya perkembangan zaman.

Menurut Syahrim, keberadaan PPSI Kepri memiliki peran strategis dalam mempertahankan jati diri budaya Melayu melalui pelestarian berbagai aliran silat tradisional yang menjadi kekayaan daerah.


"Silat tradisi bukan sekadar olahraga, tetapi juga warisan budaya yang mengandung nilai-nilai luhur, karakter, dan identitas masyarakat Melayu. Tugas kita adalah memastikan warisan ini tetap lestari dan dikenal oleh generasi mendatang," ujarnya.
Sebagai bentuk dukungan terhadap upaya tersebut, DPP PPSI Pusat memberikan kepercayaan kepada DPW PPSI Kepri untuk menyelenggarakan Festival Silat Melayu Bertaraf Internasional yang direncanakan berlangsung pada Desember 2026 di Kepulauan Riau.

Festival ini diharapkan menjadi ajang pertemuan pesilat dari berbagai daerah di Indonesia maupun mancanegara, sekaligus menjadi sarana promosi budaya Melayu kepada dunia.


Selain menampilkan pertunjukan silat tradisi, kegiatan ini juga akan menjadi momentum mempererat persaudaraan antarbangsa melalui seni bela diri warisan Nusantara.
Dengan terselenggaranya festival tersebut, PPSI Kepri berharap Kepulauan Riau semakin dikenal sebagai pusat pelestarian silat tradisi Melayu sekaligus destinasi budaya bertaraf internasional.
Disisi lain, pihak tokoh masyarakat yang juga tokoh Silat Kepri H Huzrin Hood, Drs Humaidi MM, Ali Junaidi dan lainya serta pemerintahan Provinsi Kepulauan Riau menyambut baik rencana kegiatan yang dirancang oleh DPW PPSI guna melestarikan seni budaya Melayu melalui pencaksilat Seni ini.


Sementara itu menurut Syahrim lagi, DPW PPSI Kepri sejak berdiri telah mengikuti kegiatan yang ke 2 yang pertama bulan Agustus 2024 dan 2025 kita mendapatkan juara 3 dan menyumbangkan perunggu untuk Kepri di kejurnas KORMInas di Lombok  insya Allah Alhamdulillah 2027 di Palu nanti kita akan bisa mendulang emas di kejurnas KORMInas  untuk silat tradisi.

"Artinya PPSI hanya dalam 2 tahun berdiri dikepri sudah bisa menggaungkan silat tradisi Melayu di setiap daerah dan PPSI sudah ada perwakilan di 6 kabupaten kota yang insya Allah bulan November akan dilantik pengurus DPD PPSI Natuna dan  Anambas bulan Agustus akan dilantik DPD PPSI Tanjungpinang dan Bintan bulan September akan dilantik DPD PPSI kabupaten Karimun dan kota Batam sedangkan untuk kabupaten lingga masih dalam proses penyusunan pengurus," tutur Syahrim.(Syamsir.S).

 


Berita Lainnya...

Tulis Komentar